Vitelina~

"A care provider in progress: to cure sometimes, to relieve often, to comfort always. "


― Fitri Anggraini Pradityaningsih (FKUI 2010)

Thank you, @bellathesiskaa! For all ups and downs, for the support, for everything. Thank you for coming to my graduation day. Love you to the moon and backkkk, dear bestie! ♥♥♥

andinidr:

To cure sometimes
To relieve often
To comfort always
Even if unable to treat the disease,
Even if unable to lighten suffering,
Physicians can always be there for the patient,
Ensuring a caring companion,
For whatever the future holds.
-Untitled. Benyamin Lampson. Academic Medicine 2007;82:1112-3

Bagaimana rasanya kehilangan sahabat?


No one could describe how it feels, clearly.

Untuk sesuatu hal, mungkin kamu akan ada fase dimana kamu perlu menceritakan kepada salah seorang sahabatmu, karena kamu memercayai dia. Bahkan, sahabatmu rela menjadi ‘tempat sampah’ yang selalu terbuka tiap kau datang kepadanya. Sahabatmu juga, yang menyalakan lilinmu ketika gelap menguasai dirimu. Sahabatmu, yang selalu berusaha ada, untukmu.


Tapi sadarkah dirimu?
Beberapa pilihanmu ternyata justru menggoreskan luka di hatinya. Alih-alih merasa benar, yang kamu gunakan adalah perasaan, bukan logika. Bahwa sebenarnya kamu sendiri pun tahu, pilihanmu tidak selalu benar. Dan kamu tidak bisa membedakan itu.


Percayalah, kehilangan pilihan itu setidaknya (saat ini) lebih baik daripada kamu kehilangan sahabatmu sendiri. Percayalah, bahwa ketika kamu melepas pilihan tersebut, akan ada pilihan lain yang jauh lebih baik dari pilihanmu saat ini. Bisakah kamu memasukkan itu dalam pikiranmu? Bisakah kau kesampingkan egomu?


You deserve better, untuk sesuatu yang kamu anggap sebagai pilihan terbaikmu.
You deserve better.
You deserve better..

Untuk logika dan perasaan, bahwa semua hanya butuh penerimaan.
Untuk sahabat, penyadar terhebat, yang juga jadi segala obat.

Tugas seorang teman itu mengingatkan kalau kamu salah. Tapi, kalau teman-temanmu sampai meninggalkan kamu (satu per satu), tandanya memang ada yang salah banget sama diri kamu.
*ngomong ke diri sendiri*
Sesungguhnya cinta kasih kita kepada orangtua menjadi berlipat di saat kita sendiri sudah menjadi orangtua.
Adhitya Mulya dalam Sabtu Bersama Bapak (via kuntawiaji)

It’s me! :p

Mulai sekarang nggak boleh begini lagi ya. Berpikir positif itu PENTING untuk kesehatan.

SEMANGAT! :DD

Menikah itu banyak tanggung jawabnya. Rencanakan. Rencanakan untuk kalian. Rencanakan untuk anak-anak kalian.
Adhitya Mulya dalam Sabtu Bersama Bapak (via kuntawiaji)

(via widyakusuma)

Bismillahirrahmirrahim untuk tingkat 5. One step closer, semangat! :DD

(via nitanydya)